The Bonds

Indeed, You’ve known

That these hearts have bonded

Forgather under your Your love’s shelter

Gathering in obidience

Allied in struggling

Uphold Your order in this life

Strengthen the bonds

Everlast the loves

Show the ways

Enlighten with your light

which never inextinguible

O Lord… guide us

Broaden our hearts

With grant of belief

and The beauty in trusting to You

Revive us by knowing You

Give us death as the martyr in You path

You’re the protector and defender

With love to You

My Pray

Allohmaghfirli waliwaalidayya warhamhumma kama robbayaani soghiroo..

Amiin.

Full of Love

There is one thing that made me feel huge of happiness.

Brotherhood and sisterhood in this path.

named ukhuwwah.

Kasus-Kasus Yang Terjadi Pada Masa Rasululloh

1. Orang yang berpuasa pada-pagi dalam keadaan junub

Dari Aisyah dan Ummu Salamah:”Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah menjumpai waktu fajar dalam keadaan junub – setelah bersebadan dengan istrinya dan belum menjadi wajib – kemudian beliau mandi dan berpuasa” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah r.a. adalah Nabi SAW menjumpai waktu fajar dalam bulan Ramadhan dalam keadaan junub, bukan karena mimpi, lalu beliau mandi dan berpuasa (Hr Bukhari)

Dari Aisyah r.a. ia berkata:”Aku menyaksikan Rasulullah SAW, bahwasanya beliau pagi-pagi mandi berada dalam keadaan junub karena berjima’, bukan karena mimpi, kemudian beliau berpuasa pada hari itu”(HR Bukhari)

Dari hadis-hadis di atas dapat disimpulkan, bahwa orang yang berada dalam kedaan junub, kemudian makan sahur untuk puasa, maka orang yang junub itu sah puasanya. Meskipun ia harus tetap mandi wajib untuk melaksanakan shalat subuh.

2. Mencium Istri

Orang yang berpuasa boleh mencium istrinya.

Dari Aisyah r.a. ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah mencium sebagian istri-istrinya, padahal beliau sedang berpuasa”. Lalu Aisyah tertawa setelah menceritakan hadis ini (HR Bukhari).

Dari Ummu Salamah r.a. bahwa Nabi SAW pernah mencium(nya) dalam kedaan berpuasa (HR Bukhari dan Muslim).

Dan dari Aisyah r.a. ia berkata : Rasulullah SAW pernah mencium (aku) dan mencumbu (mubasyarah) dalam keadaan berpuasa. Hanya beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan hajatnya (HR Jamaah selain An-Nasa’i).

Dari hadis di atas, kita mengetahui bahwa orang yang berpuasa boleh saja menyentuh dan mencium istrinya, apabila ia dapat menahan syahwatnya. Tetapi kalau dia khawatir dirinya kemudian melakukan persetubuhan atau mengeluarkan mani dengan hanya menyentuh, maka hal itu tidak boleh dilakuan.

Menurut Sa’id bin Al-Musayib, orang yang berpuasa tidak boleh mencium dan menyentuh , baik ia merasa khawatir maupun tidak. Karena, menurut riwayat dari Ibnu Abbas, bahwasanya ada seorang pemuda menemui Ibnu Abbas, lalu bertanya kepadanya, “Bolehkah saya mencium selagi berpuasa?” Jawab Ibnu Abbas, “Tidak”.

Kemudian, datang pula kepada Ibnu Abbas seorang tua lalu berkata:”Bolehkan saya mencium selagi berpuasa?” Jawab Ibnu Abbas:”Ya”. Maka pemuda tadi kembali lagi kepada Ibnu Abbas, lalau berkata kepadanya:”Kenapa tuan halalkan untuknya apa yang tuan haramkan atas diriku, padahal kita satu agama?” Jawab Ibnu Abbas:”Karena dia sudah tua, dan bisa menguasai hajatnya, sedang kamu masih muda, kamu tak mampu menguasai hajatmu”, yakni anggotamu dan auratmu (Raudhatul Ulama’).

3. Mubasyarah Orang yang Berpuasa

Dari Aisyah, ia berkata:”Adalah Nabi SAW mencium padahal beliau puasa, dan bermubasyarah (bercumbu) padahal beliau puasa, tetapi beliau adalah orang yang paling dapat menahan nafsunya dari antara kalian” (HR Bukhari dan Muslim).

4. Orang yang Puasa kemudian Makan dan Minum karena Lupa

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW beliau bersabda:”Apabila ia (orang yang berpuasa) lupa, kemudian ia makan dan minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah-lah yang telah memberi makan dan minum kepadanya” (HR Bukhari dan Muslim).

Dan dalam riwayat Hakim disebutkan, “Barangsiapa yang berbuka puasa pada bulan Ramadhan lantaran lupa, maka tidak wajib qadha dan tidak wajib kifarat”.

Hasan dan Mujahid berkata:

Jika ia berjima’ karena lupa, maka tidak ada sesuatu (sanksi) atasnya.

5. Orang yang Meninggal dan Punya Utang Puasa

Dari Aisyah r.a. bahwasanya Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang meninggal dan punya hutang puasa, hendaklah walinya berpuasa untuknya” (HR Bukhari dan Muslim).

6. Orang yang Bepergian (Safar)

Orang yang bepergian atau sedang dalam perjalanan (safar) dibolehkan untuk berbuka atau meneruskan puasanya, dan tidak boleh memaksakan diri untuk berpuasa jika tidak mampu, berdasarkan hadis berikut ini:

Dari aisyah r.a. : Sesungguhnya Abu Hamzah bin Amr Al-Aslami berkata kepada Nabi SAW: Apakah aku boleh berpuasa di dalam safar? – dan ia seorang yang banyak melakukan puasa. Maka beliau bersabda:”Jika engkau ingin berpuasa, maka berpuasalah, dan jika engkau ingin berbuka, maka berbukalah” (HR Bukhari).

Dari Ibnu Abbas r.a. : Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar menuju ke Makkah di dalam bulan Ramadhan dan beliau berpuasa, sehingga – ketika – beliau sampai di Kadid, beliau berbuka, maka para manusia pun – ikut – berbuka”(Hr Bukhari).

Dari Jabir bib Abdullah, ia berkata:Pernah Rasulullah SAW bersafar, maka beliau melihat kerumunan dan seorang laki-laki sungguh-sungguh dinaungi atasnya, maka beliau bertanya, “Apa ini?” Mereka menjawab, “Orang yang puasa”. Maka beliau bersabda, “Bukanlah suatu kebaikan berpuasa dalam safar” (HR Bukhari).

Rasulullah memperingatkan bagi orang-orang yang berpuasa dalam perjalanan, bahwa mereka tidak boleh saling mencela dengan orang yang berbuka puasa.

Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Kami pernah bersafar bersama Nabi SAW maka orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka, dan sebaliknya orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa” (HR Bukhari).

[ Dikutip dari buku Puasa Bersama Rasulullah karangan Ibnu Muhammad, Penerbit Al Bayan, Kelompok penerbit Mizan ]

FATWA-FATWA TENTANG RAMADHAN

* Sebagian fatwa Ibnu Taymiyah

Beliau ditanya tentang hukum berkumur dan memasukkan air ke rongga hidung (istinsyaq), bersiwak, mencicipi makanan, muntah, keluar darah, meminyaki rambut dan memakai celak bagi seseorang yang sedang berpuasa;

Jawaban beliau: Adapun berkumur dan memasukkan air ke hidung adalah disyari’atkan, hal ini sesuai dengan kesepakatan para ulama. Nabi shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para shahabatnya juga melakukan hal itu, tetapi beliau berkata kepada Al-laqit bin Shabirah:

“Berlebih-lebihanlah kamu dalam menghirup air ke hidung kecuali jika kamu sedang berpuasa.” (HR. Abu Daud, At-tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah)

Nabi shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak melarang istinsyaq bagi orang yang yang berpuasa, tetapi hanya melarang berlebih-lebihan dalam pelaksanaannya saja.

Sedangkan bersiwak adalah boleh, tetapi setelah zawal (matahari condong ke barat) kadar makruhnya diperselisihkan, ada dua pendapat dalam masalah ini dan keduanya diriwayatkan oleh Imam Ahmad, namun belum ada dalil syar’i yang menunjukkan makruhnya, yang dapat menggugurkan keumuman dalil bolehnya bersiwak.

Mencicipi makanan hukumnya makruh jika tanpa keperluan yang memaksa, tapi tidak membatalkan puasa. Adapun jika sangat perlu, maka hal itu bagaikan berkumur dan boleh hukumnya.

Adapun mengenai hukum muntah-muntah, jika memang disengaja dan dibikin-bikin maka batal puasanya, tetapi jika datang dengan sendirinya tidak membatalkan puasa.

Mengenai hukum keluar darah yang tak dapat dihindari seperti darah istihadhah , luka-luka, mimisan (keluar darah dari hidung) dan lain sebagainya adalah tidak membatalkan puasa sesuai dengan kesepakatan para ulama.

Adapun mengenakan celak (sipat mata) yang tembus sampai ke otak, maka Imam Ahmad dan Malik berpendapat hal itu membatalkan puasa seperti minyak wangi, tetapi Imam Abu Hanifah dan Syafi’i berpendapat hal itu tidak membatalkan.Wallahu A’lam.

Ibnu Taimiyah menambahkan : “Puasa seseorang tidak batal sebab mengenakan celak, injeksi (suntik), zat cair yang diteteskan di saluran air kencing, mengobati luka-luka yang tembus sampai ke otak dan luka tikaman yang tembus ke dalam rongga tubuh.” Ini pendapat sebagian ulama.” Wallahu A’lam.

 

* Syaikh Hamd bin Atiq (seorang ulama dari Arab Saudi)

ditanya tentang seorang wanita yang mendapati darah sebelum terbenam matahari, apakah puasanya dinyatakan sah?

Beliau menjawab: Puasanya tidak sempurna pada hari itu

 

* Syaikh Abdullah Ababathin (ulama dari Nejed, Arab Saudi)

ditanya tentang orang yang berpuasa mendapatkan aroma sesuatu, bagaimana hukumnya?

Beliau menjawab: Semua aroma yang tercium oleh orang yang sedang menunaikan ibadah puasa tidak membatalkan puasanya kecuali bau rokok, jika ia menciumnya dengan sengaja maka batallah puasanya. Tetapi jika asap rokok masuk ke hidungnya tanpa disengaja tidak membatalkan, sebab amat sulit untuk menghindarinya. Wallahu A’lam.

 

* Seorang sahabat bertanya kepada Rosulullah saw:

“Wahai Rasulullah, saya lupa sehingga makan dan minum, padahal saya sedang berpuasa”. Beliau menjawab: “Allah telah memberimu makan dan minum “
(HR. Abu Daud)

Dan dalam riwayat Ad-Daruquthni dengan sanad shohih disebutkan :

“Sempurnakan puasamu dan kamu tidak wajib mengqodho’nya, sesungguhnya Allah telah memberimu makan dan minum”, peristiwa itu terjadi pada hari pertama di bulan ramadhan.

 

* Seorang sahabat bertanya kepada Rosulullah :

“Saya mendapati sholat shubuh dalam keadaan junub, lalu saya berpuasa, bagaimana hukumnya?” Jawab beliau : “Aku juga pernah mendapati shubuh dalam keadaan junub, lantas aku berpuasa.” Sahabat itu berkata: “Engkau tidak seperti kami wahai rasulullah, karena Allah telah mengampuni semua dosamu baik yang lalu ataupun yang belakangan”. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Demi Allah, sungguh aku berharap agar aku menjadi orang yang paling takut kepada Allah dan paling tahu akan sesuatu yang bisa dijadikan alat bertakwa.” ( HR. Muslim )

Nasihat Ramadhan

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan seraya berjanji pada dirinya, bahwa setelah Ramadhan berlalu ia tidak akan bermaksiat kepada Allah, maka ia akan masuk surga tanpa pertanyaan dan hisab (Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Ibnu Abbas ra berkata, “Nabi saw adalah manusia yang paling dermawan, dan sifat kedermawanannya semakin bertambah pada bulan Ramadhan ketika (malaikat) Jibril menemuinya untuk mengajarkan Al Qur’an kepadanya. Dan, biasanya Jibril mendatanginya setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajarinya Al Qur’an. Sungguh, keadaan Rasulullah saw saat ditemui oleh Jibril sangat dermawan pada kebaikan, melebihi angin berhembus. (HR Bukhari dan Muslim)

TAP lowongan CPNS Deplu 2009 (Terbaru dari situs Deplu)

P E N G U M U M A N
NOMOR : 00892/KP/VII/2009/19/02
SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN LUAR NEGERI
TINGKAT SARJANA (GOLONGAN III) DAN DIPLOMA 3 (GOLONGAN II)
TAHUN ANGGARAN 2009
————————–————————–————————–

Departemen Luar Negeri (Deplu) Republik Indonesia membuka kesempatan kepada Warga Negara Indonesia pria dan wanita yang memiliki integritas dan komitmen tinggi untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III dan II untuk dididik menjadi Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN).

Pejabat Dinas Luar Negeri
1. Pejabat Diplomatik dan Konsuler (Diplomat/PDK)
Lulusan S1, S2, dan S3 menjadi CPNS Golongan III untuk dididik menjadi Pejabat Diplomatik dan Konsuler (Diplomat/PDK);

2. Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggan Perwakilan (BPKRT)
Lulusan Diploma 3 (D3) menjadi CPNS Golongan II untuk dididik menjadi Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan (BPKRT); dan
3. Petugas Komunikasi (PK)
Lulusan Diploma 3 (D3) menjadi CPNS Golongan II untuk dididik menjadi Petugas Komunikasi (PK).

I. KETENTUAN UMUM
a. Proses Seleksi Penerimaan CPNS Deplu Tahun Anggaran 2009 ini terbuka untuk semua Warga Negara Indonesia.
b. Bersedia mengikuti seluruh proses tahapan seleksi di Jakarta atas biaya sendiri.
c.Pelamar tidak diperkenankan menghubungi/berhubungan dengan pejabat/pegawai Deplu dalam kaitannya dengan proses seleksi.
d. Seluruh tahapan proses seleksi ini tidak dipungut biaya apapun.
II. PERSYARATAN UMUM

a.Warga Negara Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia, dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
c. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
d. Tidak berkedudukan sebagai CPNS atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain.
e. Tidak bersuami/beristrikan seorang yang berkewarganegaraan asing atau tanpa kewarganegaraan.
f. Sehat jasmani dan rohani.
g.Bersedia menjalani ikatan dinas selama 5 (lima) tahun dan ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah.

III. PERSYARATAN KHUSUS
A. PEJABAT DIPLOMATIK DAN KONSULER (DIPLOMAT/PDK)
a. Berijazah Sarjana (S1), Magister/Master (S2), atau Doktor (S3):

1. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Jurusan Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Studi Kawasan, Ilmu Komunikasi/ Hubungan Masyarakat, Sosiologi, Ilmu Pemerintahan, dan Administrasi Negara)

2. Ilmu Hukum dengan kekhususan di bidang Hukum Internasional, Hukum Bisnis, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara, atau Hukum Administrasi Negara.

3. Ilmu Ekonomi (Jurusan Studi Pembangunan).

4. Sastra/Ilmu Pengetahuan Budaya (Arab, China, Inggris, Indonesia, Jepang, Perancis, Rusia, dan Spanyol).

5. Teknik Informatika

b. Lulusan Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, atau Perguruan Tinggi luar negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, dengan persyaratan IPK:
• Sarjana (S1) minimal 2,75 (dua koma tujuh lima);
• Magister (S2) minimal 3,00 (tiga koma nol nol); dan
• Doktor (S3) minimal 3,00 (tiga koma nol nol). c.
Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) dan/atau bahasa Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)/asing lainnya (Arab, China, Jepang, Perancis, Rusia, dan Spanyol).
d. Berusia maksimum:
• 28 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir setelah 30 November 1981) untuk tingkat Sarjana (S1);
• 32 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir setelah 30 November 1977) untuk tingkat Magister (S2);
• 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir setelah 30 November 1974) untuk tingkat Doktor (S3).
B. BENDAHARAWAN DAN PENATA KERUMAHTANGGAAN PERWAKILAN (BPKRT)
a Berijazah Diploma 3 (D3): Jurusan Akuntansi
b.Lulusan Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, atau Perguruan Tinggi luar negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, dengan persyaratan IPK: minimal 2,75 (dua koma tujuh lima).
c. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) dan/atau bahasa PBB/asing lainnya (Arab, China, Jepang, Perancis, Rusia, dan Spanyol).
d. Berusia maksimum 28 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir setelah 30 November 1981).

C. PETUGAS KOMUNIKASI (PK)
a. Berijazah Diploma 3 (D3):
1. Jurusan Teknik Telekomunikasi;
2. Jurusan Teknik Informatika;
3. Jurusan Teknik Komputer;
4. Jurusan Teknik Elektronika;
5. Jurusan Teknologi Informasi; dan
6. Jurusan Matematika.
b.Lulusan Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, atau Perguruan Tinggi luar negeri yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, dengan persyaratan IPK: minimal 2,75 (dua koma tujuh lima).
c.Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) dan/atau bahasa PBB/asing lainnya (Arab, China, Jepang, Perancis, Rusia, dan Spanyol).
d. Berusia maksimum 28 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir setelah 30 November 1981).

IV. PENDAFTARAN
a.Melakukan registrasi online melalui situs http://e-cpns.deplu.go.id mulai tanggal 21 Juli 2009 dan mencetak formulir registrasi beserta pernyataan menyetujui ketentuan dan syarat yang ditetapkan.
b.Disamping melakukan registrasi online, peserta harus mengirimkan berkas lamaran kepada Panitia Seleksi Penerimaan CPNS Deplu Tahun Anggaran 2009 melalui Pos Tercatat mulai tanggal 21 Juli 2009 (CAP POS) dan berakhir pada tanggal 6 Agustus 2009 (CAP POS), serta sudah harus diterima Panitia selambat-lambatnya tanggal 10 Agustus 2009 (CAP POS), ditujukan kepada:
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan CPNS Deplu TA 2009
PO BOX 3206
JKP 10032
(untuk PDK) PO BOX 3221
JKP 10032
(untuk BPKRT) PO BOX 3235
JKP 10032
(untuk PK)
c. Setiap Pelamar hanya diperkenankan mengirimkan satu berkas lamaran dan mendaftar hanya untuk satu kategori seleksi PDK, BPKRT atau PK.
d.Registrasi online baru akan diproses setelah Panitia menerima berkas lamaran yang disampaikan melalui Pos Tercatat.
e.Panitia hanya menerima berkas lamaran yang disampaikan melalui PO BOX tersebut di atas dan tidak menerima format penyampaian lamaran lainnya.
f.Formulir Registrasi harus dilengkapi dengan melampirkan:
i. Surat Pernyataan Menyetujui Ketentuan dan Syarat yang telah dicetak dibubuhi meterai Rp. 6.000,00; ii. Fotokopi KTP yang masih berlaku/Fotokopi Paspor bagi Pelamar dari luar negeri;
iii. Daftar Riwayat Hidup terakhir;
iv.Satu lembar fotokopi ijazah (D3, S1, S2, dan/atau S3) berikut transkrip nilai yang sudah dilegalisir (cap dan tanda tangan asli) oleh Dekan/Direktur Program atau Ditjen Dikti Depdiknas bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri (Surat Keterangan Kelulusan/Ijazah Sementara dapat diterima, dengan syarat Pelamar dapat menyertakan Surat Pernyataan dari Pimpinan Universitas yang menyatakan bahwa pihak Universitas sudah dapat mengeluarkan Ijazah Asli yang bersangkutan pada saat akan mengikuti Ujian Tahap Akhir (Tes Pemeriksaan Psikologi dan Wawancara Substansi, serta Tes Penguasaan Teknologi Informasi/Komputer), yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 26 – 30 Oktober 2009. Bagi Pelamar yang tidak dapat menunjukkan Ijazah Asli, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur dan tidak dapat mengikuti Ujian Tahap Akhir);

Catatan: bagi lulusan luar negeri yang memiliki transkrip nilai tidak berskala 4.0 harap melampirkan konversi transkrip nilai dengan skala 4.0 yang disahkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas.
v Fotokopi Akte Kelahiran;
vi. Surat Keterangan Sehat dari dokter (terbaru);
vii Fotokopi tanda pencari kerja (kartu kuning Depnaker) yang masih berlaku;
viii. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku;
ix. Pas foto terakhir ukuran 3×4 (berwarna) sebanyak 3 lembar: 1 lembar foto ditempel di formulir lamaran dan 2 lembar lainnya ditulisi nama Pelamar di bagian belakang foto.
g. Lamaran beserta lampiran tersebut pada butir (f) disusun rapi sesuai urutan di atas dalam map kertas jepit berlubang dengan warna:
i. Biru untuk S1 – PDK;
ii. Kuning untuk S2 – PDK;
iii. Putih untuk S3 – PDK;
iv. Hijau untuk D3 – BPKRT; dan
v. Merah untuk D3 – PK.
h.Map lamaran beserta lampiran dimasukkan dalam amplop warna coklat dan ditulis pada pojok kiri atas kode lamaran PDK atau BPKRT atau PK.
i. Berkas lamaran yang tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas tidak akan diproses.
j. Berkas lamaran yang diterima Panitia menjadi milik Panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh Pelamar.
k. Pelamar diminta untuk tidak melampirkan dokumen-dokumen lain selain yang tersebut pada butir f.

V. TAHAPAN DAN JADWAL SELEKSI
Seleksi penerimaan PDK, BPKRT dan PK dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Seleksi Administratif;
2.Ujian Tulis Substansi dalam Bahasa Indonesia dan Inggris (meliputi masalah nasional, internasional dan pengetahuan umum) dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2009 (PDK, BPKRT, dan PK). Tempat pelaksanaan ujian akan ditentukan kemudian;
3. Ujian Kemampuan/Penguasaan Bahasa Inggris atau Bahasa Asing Lainnya (Arab, China, Inggris, Jepang, Perancis, Rusia, dan Spanyol) berdasarkan pilihan peserta, dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 9 – 10 Oktober 2009. Tempat pelaksanaan ujian akan ditentukan kemudian;
4. Tes Pemeriksaan Psikologi dan Wawancara Substansi serta Tes Penguasaan Teknologi Informasi/Komputer dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 19 – 23 Oktober 2009. Tempat pelaksanaan ujian akan ditentukan kemudian;
5. Peserta yang lulus pada setiap tahapan ujian akan diumumkan melalui situs http://e-cpns.deplu.go.id; 6.
Seleksi dilakukan dengan sistem gugur dan keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.

VI. PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRATIF DAN PENGAMBILAN KARTU TANDA PESERTA UJIAN

1.Hanya Peserta yang telah melakukan registrasi online dan memenuhi seluruh persyaratan untuk melamar/persyaratan pendaftaran, yang akan diloloskan dalam tahapan Seleksi Administratif. Hasil Seleksi Administratif dijadwalkan akan diumumkan pada tanggal 24 Agustus 2009 melalui situs http://e-cpns.deplu.go.id.
2.Pelamar yang telah dinyatakan lolos tahapan Seleksi Administratif diwajibkan untuk mengambil Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) sebagai syarat mengikuti Ujian Tulis Substansi.
3.KTPU harus diambil sendiri oleh peserta ujian di Pusdiklat Deplu, Jalan Sisingamangaraja No. 73, Jakarta Selatan, dengan menunjukkan kartu identitas diri. Apabila Peserta mewakilkan pengambilan KTPU kepada pihak ketiga, maka diperlukan Surat Kuasa bermeterai dengan menunjukkan kartu identitas diri Peserta dan Penerima Kuasa, serta menyerahkan fotokopi kartu identitas diri dimaksud.
4.Jadwal pengambilan KTPU dijadwalkan akan diumumkan kemudian melalui situs http://e-cpns.deplu.go.id.

VII. LAIN-LAIN
1.Departemen Luar Negeri tidak bertanggung jawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Departemen Luar Negeri atau Panitia.
2.Peserta diharapkan tidak melayani tawaran-tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Luar Negeri.
3.Bagi mereka yang telah dinyatakan lulus hingga tahapan terakhir seleksi, tetapi mengundurkan diri diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan Panitia sebesar Rp 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) untuk PDK dan Rp 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) untuk BPKRT dan PK.
4.Lamaran yang dikirimkan kepada Departemen Luar Negeri sebelum pengumuman ini dianggap tidak berlaku.
5.Informasi resmi yang terkait dengan Seleksi Penerimaan CPNS Deplu 2009 hanya dapat dilihat dalam situs http://e-cpns.deplu.go.id. Para Pelamar disarankan untuk terus memantau situs dimaksud.

Jakarta, 19 Juli 2009
A.n. MENTERI LUAR NEGERI
SEKRETARIS JENDERAL
ttd.
IMRON COTAN

Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

Back to Reff 1
Back to Reff 2

Loh kok ada Reff nya? lha iya, ini kan lirik lagunya band D’Masiv (bener gak nulisnya). Judulnya “Jangan Menyerah”. Saya tahu lagu ini ketika siap-siap menuju kampus, ketikaTV menyala, ketika itu (lupa lah waktunya kapan).

Hmm..lumayan. Bagus juga nih lagu :)

“Dengerin dulu ah sampai selesai” (dialog hati). Video klipnya juga lumayan bagus, gak ngebetein (baca: membosankan).

Karena saya suka, kasih deh linknya. Mau download mp3nya klik di sini aja. Untuk karya yang baik, pasti akan mendapatkan apresiasi yang baik juga. Postingan saya kali ini adalah bentuk apresiasi untuk karya mereka :)

Belakangan Waktu

Belakangan waktu, saya sedang sering mengutak-atik foto-foto. Sedang belajar buat film atau u-lid dan yang sejenisnya.

Menarik. Tidak membosankan, karena saya adalah tipikal anak yang kalau belum bisa atau mahir, saya  akan mencobanya terus sampai bisa, sampai capek..

Saya hanya tersenyum kecil melihat filmstrip diputarkan. Rupanya kebanyakan dari kita, akan memasang wajah nan bahagia elok rupawan ketika akan “dijepret” dengan benda elektronik bernama kamera.

Tak peduli siapapun yang mengambil gambarnya.

Ada satu foto yang membuat saya banyak merenung. Foto itu adalah gambar diri saya. Wow, dahsyat efeknya saat pandangan pertama.. foto itu entah siapa yang mengambilnya dan kapan, saya sungguh-sungguh tak tahu. Bahkan sesungguhnya, pose saya saat itu menyampingi kamera foto. Tapi saya yakin itu adalah diri saya sendiri. Tahukah anda foto apa yang membuat saya terpesona seperti ini? Saya terpesona bukan karena disana ada gambar diri saya, bukan. Tapi itu adalah gambar sekelompok anak yang sedang mentoring Baca Qur’an. Dan kebetulan di foto itu, peran yang saya mainkan adalah sebagai mentor kelompok itu.

wow subhanallah, sampai saat ini saya pun masih terpesona. Terpesona karena saya pun bisa bahagia karena sekalinya ada foto diri saya, saya tengah melakukan aktivitas kebaikan. Dan mudah-mudahan seperti itu adanya. Terpesona karena sempat terbayang-bayang dengan kata-kata guru ngaji selagi SD bahwa nanti saat hari pertanggungjawaban tiba, maka Allah akan memutar kembali rekaman kehidupan kita semasa hidup di dunia. Rekaman itu layaknya gambar-gambar atau potret diri kita. Dan kalau diputar seolah-olah kita akan menonton film tentang diri kita.

Pikiran saya melambung kepada perasaan yang akan muncul pada masing-masing diri kita ketika film kehidupan tentang kita itu diputar. Mulai dari perasaan lucu, kaget, senang, bahagia, hingga menangis sesal tak berguna. Kita bisa akan tersenyum bahagia saat melihat film kehidupan kita, kalau film itu menceritakan kisa-kisah yang baik tentang kita, kisah tentang aktivitas amal-amal yang baik yang pernah kita lakukan selama hidup di dunia. Namun sebaliknya kita bisa terisak sedih sesal yang sesungguhnya sudah tak berguna lagi saat kita menyaksikan episode kehidupan kita yang memalukan untuk dilihat, menghinakan diri kita sendiri, merendahkan dan pastinya mengecewakan diri kita sebagai pemain utamanya dan Allah tentunya sebagai pembuat filmnya.

Agustus 2008

Bekasi, pukul 2 dini hari

How about you brother and sister?

I got Flu

MasyaAllah..duh, duh, duh, flu2baru kali ini merasakan flu sampai lima hari lamanya.

Hei virus influenza, kenapa gerangan kau betah di tubuhku? alhamdulillah bukanlah virus H5n1 yang datang. Alhamdulillah

Nampaknya daya tahan tubuh lagi turun (lagi). Skripsi, ini pasti gara-gara ngurus skripsi dan administrasi kelulusan (nyalahin : mode on).

Wahai diriku Cepatlah sembuh (kasian amat ngomong sama diri sendiri)

Le Grand Voyage : Mencintai dengan Sederhana

Seorang anak bertanya pada ayahnya. ”Mengapa Ayah tidak naik pesawat terbang saja ke Makkah? Ini akan lebih mudah.” Sang ayah terdiam sejenak. ”Air laut baru akan kehilangan rasa pahitnya setelah ia menguap ke langit,” jawabnya. ”Apa?” ”Ya, begitulah air laut menemui kemurniannya. Ia harus mengangkasa melewati awan. Inilah mengapa lebih baik naik haji berjalan kaki ketimbang naik kuda. Lebih baik naik kuda ketimbang naik mobil. Lebih baik naik mobil ketimbang naik perahu. Lebih baik naik perahu ketimbang naik pesawat terbang…”le grand voyage

Percakapan ini terbetik pada sebuah trotoar di Bulgaria ketika keduanya terpaksa berlindung dari empasan badai salju. Mobil mereka mogok. Usai melintas sepertiga benua Eropa di atas roda empat, tanya Reda (Nicolas Cazale) pun akhirnya pecah. ”Mengapa tak naik pesawat terbang saja ke Makkah?” Sebuah pertanyaan masuk akal. Alih-alih terusik oleh tajamnya pertanyaan Reda, sang ayah justru menjawabnya puitis. Sebuah jawaban yang tentu saja tak mudah dicerna oleh rasio awam yang matematis. Jawaban yang agaknya lebih bisa dicerna oleh hati yang khusuk.

Tafsirnya adalah semakin sulit perjalanan menuju Makkah, menurut sang ayah, maka semakin kita memurnikan jiwa kita –seperti halnya perjalanan air laut yang mengangkasa. Hanya dengan cara itulah, ia menemukan kemurniannya kembali. Inilah pesan metaforis Le Grand Voyage (2004), tetapi bukan satu-satunya pesan bernuansa spiritual yang disodorkan peraih Film Terbaik Venice Film Festival ini.

Sang ayah, diperankan secara apik oleh aktor kawakan Mohamed Majd, adalah imigran Maroko. Telah menetap 30 tahun di Prancis, laki-laki berwajah Afrika utara itu masih memegang kukuh budaya Arab dan Islam. Sementara Reda adalah generasi kedua imigran yang sudah kebarat-baratan, ia bahkan tak pernah shalat dan memacari seorang gadis Prancis nonmuslim. Namun, dalam bingkai budaya Arab yang kental, sang ayah tetaplah figur dominan.

Maka, titah sang ayah bagai sambaran geledek di siang bolong. Kala itu Reda akan menggondol gelar sarjana dan tengah di mabuk cinta. Tetapi, ia diminta menyupiri ayahnya naik haji ke Makkah, menyusuri rute sejauh lima ribu kilometer dari Prancis selatan di atas mobil minivan Peugeot yang bobrok. Jadilah Le Grand Voyage, sebuah film perjalanan (road-movie) dan, seperti kebanyakan road movie, ia bergerak linear. Melintaslah mereka ke Italia, Slovenia, Kroasia, Serbia, dan Bulgaria. Menyeberang ke Turki, Suriah, Yordania, hingga Arab Saudi. Pertikaian kecil meletup sepanjang jalan. Dan, tahulah kita, betapa asingnya dunia ayah dan anak ini. Kita pun diperlihatkan, betapa uniknya peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat perbedaan isi kepala dan kegagalan berkomunikasi.

Suatu waktu, sang ayah sekonyong-konyong menarik rem tangan hingga kendaraan yang mereka tumpangi nyaris terguling. Ini semata-mata lantaran Reda menolak meminggirkan mobilnya di jalan tol. Di Suriah, pertengkaran memuncak. Reda pergi meninggalkan ayahnya sendirian di gurun pasir setelah sang ayah memberikan duitnya pada seorang janda tua. Padahal duit mereka nyaris ludes usai ditipu orang Turki bernama Mustafa (Jacky Nercessian). Uniknya mereka terus bersatu. Lewat film ini kita disodori sebuah hubungan kasih sayang ayah-anak yang ganjil namun terasa alami. Bagai ada tangan tak terlihat yang terus merekatkan keduanya. Ada pula paradok-paradok yang membikin film ini sebuah teka-teki. Yang kentara adalah sang ayah digambarkan sebagai sosok kepala batu dan Muslim yang taat. Namun, tak disangka, ia adalah seorang moderat yang sungkan memaksa Reda ikut shalat bersamanya.

Dan penonton pun bertanya-tanya. Seperti apa kira-kira akhir perjalanan dua manusia dengan kesenjangan budaya dan isi kepala itu? Sutradara Ismael Ferroukhi menyuguhkan sebuah sintesis yang memikat. Seperti air laut yang menguap, sang ayah menemui kemurniannya kembali di Baitullah. Ia wafat di situ.

Maka, pada titik ini, Feeroukhi berhasil mengiris-iris hati penonton. Reda diperlihatkan menangis sejadi-jadinya di depan jasad sang ayah yang terbujur kaku. Betapa menyakitkan. Bukankah Reda baru saja mengenal dan menemukan ayahnya lewat perjalanan jauh ini, tapi sekaligus mesti kehilangannya dalam satu pukulan?

Le Grand Voyage (yang mendapatkan 8 penghargaan dan 3 nominasi) adalah film yang membuat penontonnya pulang dengan hati ‘berdarah-darah’. Sebagai film yang sukses mengaduk emosi dan menggelitik saraf spiritual, Le Grand Voyage terhitung unik. Film ini amat sederhana, jika tidak miskin penggarapan teknis. Penonton kerap dihadapkan pada banyak ruang kosong. Dialog ayah dan anak ini amat irit. Namun, bukankah kejeniusan kerap kali tampak pada kesederhanaan?

And I believe that you can’t bear to watch this movie.. :)

Pemain: Nicolas Cazale, Mohamed Majd Sutradara: Ismael Ferroukhi Produksi: Ognon Pictures

Hokkaido, Garden of the God

Tiupan angin kutub utara merupakan penggerak kehidupan di Hokkaido, gunung api-nya yang menjulang tinggi, rawa lembah dan dongeng hutannya adalah keliaran Jepang yang paling nyata.

Tidak seperti Jepang bagian lain dimana kehidupan satwa asal Asia berasal, Hokkaido sangat dipengaruhi oleh Siberia. Di sini, beruang cokelat menangkap salmon dalam sungai es, burung hantu menyerang katak dan burung bangau Jepang menampilkan tarian kenal-mengenal di atas salju. Pulau tersebut juga menjadi tempat perlindungan krusial dari imigran Rusia di saat musim dingin – setiap tahun elang pencuri ikan laut merampas iring-iringan ikan pantai dan berkumpul dengan angsa yang sangat besar untuk menghindari badai salju kutub di danau yang tersembunyi.

Paduan unik kehidupan ini telah lama digunakan oleh suku Ainu, sebuah pertandingan perkumpulan pemburu yang hidup jauh dari kehidupan modern Jepang di Hokkaido, dan bagi mereka, setiap binatang, tumbuh-tumbuhan, karang, dan sungai mempunyai sisi tradisional tersendiri. Menenun legenda, do’a dan dansa melalui pesona panjang, film ini untuk mengembalikan pandangan tentang pulau tersebut melalui penglihatan aneh manusia yang penuh teka teki.

pemenang 6 penghargaan terbaik dari Festival Film Wildlife Internasional, Missoula 1999/2000

Jalan Margonda Raya (Depok) Tanggal 8 Juli 2009

Jam 11 malam telepon berdering

“lho kamu gak pulang Nak?”

‘enggak, besok Pak InsyaAlloh’

“berangkatnya pagi-pagi ya, takut gak keburu nyontreng”

‘ya pak, insyaAlloh’  Sambil tersenyum, menyadari bahwa keluarganya adalah keluarga yang sadar demokrasi dan menjadi warga negara yang baik dengan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi 8 Juli 2009.

Pantes aja ditelepon hampir tengah malam, lha wong Ayah adalah anggota KPPS  :)

Di luar rencana. 7 juli saya harus lembur sampai malam, bahkan sampai gak pulang ke rumah  :(

Demi menuntut ilmu. Tancap lah.

Sesuai amanat orangtua, saya langsung berkemas pagi-pagi. i’m going home. Sampai di pinggir jalan, mata yang masih capek ini berkeliaran menyapu sepanjang jalan Margonda (tepatnya di depan gang sawo).

What? sepi amat nih jalan (pura-pura gak sadar kalau hari ini adalah libur nasional karena ada pemilu presiden). Padahal setiap harinya di jam-jam ini dibutuhkan kemauan yang kuat serta keberanian yang tak tergoyahkan untuk bisa menyebrang jalan (majas hiperbola) yang amat ramai dengan kendaraan. Bagaimana tidak, semua kendaraan yang meluncur di jalan ini berasa lagi meluncur di jalan tol. Ngebutnya mereka bikin deg-deg an.  Jujur aja nih ya, saya pernah kok diserempet sama mereka (oknum di jalan yang ugal-ugalan). Tapi sekarang malah supir-supir taksi yang lewat melengos ke saya, seolah-olah hanya saya yang jadi bakal calon penumpang.  Gak ada yang nunggu kendaraan lagi. Malahan kita bisa lho nyebrang di jalan Margonda sambil merem (majas hiperbola lagi).

As i thought. Jalanan lancar.  Cepet sampe deh.

Nih, ada pemandangannya yang luar biasa di perempatan Rawa Lumbu (out of contexs sih).

Sambil dibonceng di roda dua dengan bunda, saya melewati seorang yang sedang naik sepeda. Subhanallah, wow luar biasa! Saya otomatis bergumam. Saya melihat dia menggoes pedal sepeda dengan satu kaki (kiri) saja. Dia hanya memiliki satu kaki saja. Tangan kanan sambil menjinjing tongkat juga memegang stang sepeda. Dan.. berputarlah rodanya, layaknya orang yang bersepeda dengan kaki normal di jalan raya.  Subhanallah.. bertambahlah lagi rasa syukur kepadaMu.

“clup”..jari kelingking kiri jadi berwarna biru di ujung (back to topic). Saya keluar dari bilik TPS 23 dekat rumah.

Alhamdulillah. Mudah-mudahan besok jalan margonda kayak tadi pagi (harapan kosong!). Mudah-mudahan bisa sering ada libur nasional kayak hari ini (pilpres tanggal 8 Juli 2009). Jadi jalan Margonda akan lengang. Tidak akan ada lagi yang menjadi korban seperti saya. Atau seperti temen saya yang terluka kakinya, ada juga yang patah tulangnya, atau yang paling parah sampai dirawat dirumah sakit Pasar Rebo karena kepalanya bocor sehingga dijahit. Mudah-mudahan.

Habbatussauda

Saat ini, pastinya diantara sebagian kita sudah gak asing dengan Habbatussauda. Sebagian yang lain kerap menyebutnya Habassauda. Keduanya sama, yakni jintan hitam (adalah bahasa indonesia-nya dari habbatussauda).

Saya pun yakin kita pernah mendengar dahsyatnya khasiat habatussauda ini melalui suatu riwayat :

“Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian.” (HR. Bukhori 5688/ Fathul Baari X/ 143 dan Muslim 2215).

Luar biasa bukan? itu testimoninya Rasululloh lho. Maka tidak heran  kalau nabi Muhammad SAW sakit hanya 2 kali semasa hidupnya. Itu pun menjelang ajalnya. But, tentunya Rasulullah sehat jasmaninya bukan karena jintan hitam ini aja lho ya. Beliau juga gemar berolahraga, menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, serta mendekatkan diri kepada Alloh Ilahi Robbi. Sehingga beliau jauh dari stress dan macam-macam penyakit.

Well, kalau saya sendiri pernah doping Habbatussauda ini untuk menjaga stamina saya saat mengerjakan my minithesis. Selama saya doping itu, alhamdulillah stamina jadi gak gampang drop. Habbatussauda ini juga baik untuk suplemen tubuh kita (kok jadi promosi..? padahal bukan agen marketingnya lho saya ini… ). Kalau mau tau lebih dalam manfaat Habbatussauda coba ke sini aja.

Intinya, yuk kita hidup sehat. Habisnya Alloh lebih suka dengan mukmin yang jasadnya sehat dan kuat daripada yang klemar-klemer, loyo, lesu, lemah, gampang sakit  :)

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan

“Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh
keberkahan. Allah telah mewajibkan kepadamu puasa-Nya. Didalam bulan
Ramadhan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan
dibelenggu seluruh syaithan. Padanya ada suatu malam yang terlebih baik
dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam
itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan.”

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan penghulu segala bulan, maka “Selamat datanglah” kepadanya.”

Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu kewajiban, dan qiam dimalam harinya suatu tatawwu’.

Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya samalah dia dengan orang yang menunaikan sesuatu fardhu didalam bulan yang lainnya. Barangsiapa menunaikan sesuatu fardhu dalam bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu dibulan lainnya. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin didalamnya.

Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, yang demikian itu adalah pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti yang diperoleh orang yang berpuasa. Allah memberikan pahala itu kepada orang yang memberikan walaupun sebutir korma, atau seteguk air, atau sehirup susu. Dialah bulan yang permulaannya Rahmah, pertengahannya ampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari neraka. Barangsiapa yang meringankan beban seseorang (yang membantunya) niscaya Allah mengampuni dosanya. Oleh itu banyakkanlah yang empat perkara dibulan Ramadhan.

Dua perkara untuk mendatangkan keridhoan Tuhanmu dan dua perkara lagi kamu sangat memerlukannya. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya tiada tuhan melainkan Allah dan mohon ampun kepada-Nya.

Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan
perlindungan dari neraka. Barangsiapa memberi minum orang yang
berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolamku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk kedalam surga.”

(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Sejarah Puasa

Sebentar lagi bulan Ramadhan datang. Tak lupa sambil banyak berdo’a, saya lanjutkan untuk mulai menambah catatan tentang Ramadhan. Well, pertama-tama adalah tentang sejarah puasa. Sepertinya belum terlalu banyak yang mengetahui sejarah puasa. Mungkin masih banyak orang yang tahu bahwa ritual puasa hanya dilakukan oleh umat beragama islam saja. Yuk kita baca sama-sama sejarah singkat puasa.
Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang dilaksanakan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Allah swt. telah mewajibkannya kepada kaum yang beriman, sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum Muhammad saw. Puasa merupakan amal ibadah klasik yang telah diwajibkan atas setiap umat-umat terdahulu.
Ada empat bentuk puasa yang telah dilakukan oleh umat terdahulu, yaitu:

1. Puasanya orang-orang sufi, yakni praktek puasa setiap hari dengan maksud menambah pahala. Misalnya puasanya para pendeta
2. Puasa bicara, yakni praktek puasa kaum Yahudi. Sebagaimana yang telah dikisahkan Allah dalam Al-Qur’an, surat Maryam ayat 26 :
“Jika kamu (Maryam) melihat seorang manusia, maka katakanlah, sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk tuhan yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini” (Q.S. Maryam :26).
3. Puasa dari seluruh atau sebagian perbuatan (bertapa), seperti puasa yang dilakukan oleh pemeluk agama Budha dan sebagian Yahudi. Dan puasa-puasa kaum-kaum lainnya yang mempunyai cara dan kriteria yang telah ditentukan oleh masing-masing kaum tersebut.
4. Sedang kewajiban puasa dalam Islam, orang akan tahu bahwa ia mempunyai aturan yang tengah-tengah yang berbeda dari puasa kaum sebelumnya baik dalam tata cara dan waktu pelaksanaan. Tidak terlalu ketat sehingga memberatkan kaum muslimin, juga tidak terlalu longgar sehingga mengabaikan aspek kejiwaan. Hal ini telah menunjukkan keluwesan Islam, Islam adalah dinamis.

sumber : pesantrenvirtual.com

Hello world!

Salam.
Bismillah… mudah-mudahan dengan hadirnya saya di dunia maya dapat menjalin silaturahim di antara kita.
Selamat berselancar di blog saya :)