Jalan Margonda Raya (Depok) Tanggal 8 Juli 2009


Jam 11 malam telepon berdering

“lho kamu gak pulang Nak?”

‘enggak, besok Pak InsyaAlloh’

“berangkatnya pagi-pagi ya, takut gak keburu nyontreng”

‘ya pak, insyaAlloh’  Sambil tersenyum, menyadari bahwa keluarganya adalah keluarga yang sadar demokrasi dan menjadi warga negara yang baik dengan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi 8 Juli 2009.

Pantes aja ditelepon hampir tengah malam, lha wong Ayah adalah anggota KPPS  🙂

Di luar rencana. 7 juli saya harus lembur sampai malam, bahkan sampai gak pulang ke rumah  😦

Demi menuntut ilmu. Tancap lah.

Sesuai amanat orangtua, saya langsung berkemas pagi-pagi. i’m going home. Sampai di pinggir jalan, mata yang masih capek ini berkeliaran menyapu sepanjang jalan Margonda (tepatnya di depan gang sawo).

What? sepi amat nih jalan (pura-pura gak sadar kalau hari ini adalah libur nasional karena ada pemilu presiden). Padahal setiap harinya di jam-jam ini dibutuhkan kemauan yang kuat serta keberanian yang tak tergoyahkan untuk bisa menyebrang jalan (majas hiperbola) yang amat ramai dengan kendaraan. Bagaimana tidak, semua kendaraan yang meluncur di jalan ini berasa lagi meluncur di jalan tol. Ngebutnya mereka bikin deg-deg an.  Jujur aja nih ya, saya pernah kok diserempet sama mereka (oknum di jalan yang ugal-ugalan). Tapi sekarang malah supir-supir taksi yang lewat melengos ke saya, seolah-olah hanya saya yang jadi bakal calon penumpang.  Gak ada yang nunggu kendaraan lagi. Malahan kita bisa lho nyebrang di jalan Margonda sambil merem (majas hiperbola lagi).

As i thought. Jalanan lancar.  Cepet sampe deh.

Nih, ada pemandangannya yang luar biasa di perempatan Rawa Lumbu (out of contexs sih).

Sambil dibonceng di roda dua dengan bunda, saya melewati seorang yang sedang naik sepeda. Subhanallah, wow luar biasa! Saya otomatis bergumam. Saya melihat dia menggoes pedal sepeda dengan satu kaki (kiri) saja. Dia hanya memiliki satu kaki saja. Tangan kanan sambil menjinjing tongkat juga memegang stang sepeda. Dan.. berputarlah rodanya, layaknya orang yang bersepeda dengan kaki normal di jalan raya.  Subhanallah.. bertambahlah lagi rasa syukur kepadaMu.

“clup”..jari kelingking kiri jadi berwarna biru di ujung (back to topic). Saya keluar dari bilik TPS 23 dekat rumah.

Alhamdulillah. Mudah-mudahan besok jalan margonda kayak tadi pagi (harapan kosong!). Mudah-mudahan bisa sering ada libur nasional kayak hari ini (pilpres tanggal 8 Juli 2009). Jadi jalan Margonda akan lengang. Tidak akan ada lagi yang menjadi korban seperti saya. Atau seperti temen saya yang terluka kakinya, ada juga yang patah tulangnya, atau yang paling parah sampai dirawat dirumah sakit Pasar Rebo karena kepalanya bocor sehingga dijahit. Mudah-mudahan.

Advertisements

3 thoughts on “Jalan Margonda Raya (Depok) Tanggal 8 Juli 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s