Belakangan Waktu


Belakangan waktu, saya sedang sering mengutak-atik foto-foto. Sedang belajar buat film atau u-lid dan yang sejenisnya.

Menarik. Tidak membosankan, karena saya adalah tipikal anak yang kalau belum bisa atau mahir, saya  akan mencobanya terus sampai bisa, sampai capek..

Saya hanya tersenyum kecil melihat filmstrip diputarkan. Rupanya kebanyakan dari kita, akan memasang wajah nan bahagia elok rupawan ketika akan “dijepret” dengan benda elektronik bernama kamera.

Tak peduli siapapun yang mengambil gambarnya.

Ada satu foto yang membuat saya banyak merenung. Foto itu adalah gambar diri saya. Wow, dahsyat efeknya saat pandangan pertama.. foto itu entah siapa yang mengambilnya dan kapan, saya sungguh-sungguh tak tahu. Bahkan sesungguhnya, pose saya saat itu menyampingi kamera foto, tidak, bisa dibilang membelakanginya malah. Tapi saya yakin itu adalah diri saya sendiri. Tahukah anda foto apa yang membuat saya terpesona seperti ini? Saya terpesona bukan karena disana ada gambar diri saya, bukan. Tapi itu adalah gambar sekelompok anak yang sedang mentoring Baca Qur’an. Dan kebetulan di foto itu, peran yang saya mainkan adalah sebagai mentor kelompok itu.

wow subhanallah, sampai saat ini saya pun masih terpesona. Terpesona karena saya pun bisa bahagia karena sekalinya ada foto diri saya, saya tengah melakukan aktivitas kebaikan. Dan mudah-mudahan seperti itu adanya. Terpesona karena sempat terbayang-bayang dengan kata-kata guru ngaji selagi SD bahwa nanti saat hari pertanggungjawaban tiba, maka Allah akan memutar kembali rekaman kehidupan kita semasa hidup di dunia. Rekaman itu layaknya gambar-gambar atau potret diri kita. Dan kalau diputar seolah-olah kita akan menonton film tentang diri kita.

Pikiran saya melambung kepada perasaan yang akan muncul pada masing-masing diri kita ketika film kehidupan tentang kita itu diputar. Mulai dari perasaan lucu, kaget, senang, bahagia, hingga menangis sesal tak berguna. Kita bisa akan tersenyum bahagia saat melihat film kehidupan kita, kalau film itu menceritakan kisah-kisah yang baik tentang kita, kisah tentang aktivitas amal-amal yang baik yang pernah kita lakukan selama hidup di dunia. Namun sebaliknya kita bisa terisak sedih sesal yang sesungguhnya sudah tak berguna lagi saat kita menyaksikan episode kehidupan kita yang memalukan untuk dilihat, menghinakan diri kita sendiri, merendahkan dan pastinya mengecewakan diri kita sebagai pemain utamanya dan Allah tentunya sebagai pembuat filmnya.

Agustus 2008

Bekasi, pukul 2 dini hari

How about you brother and sister?

Advertisements

5 thoughts on “Belakangan Waktu

  1. assalamu’alaikum……
    alhamdulilllah…..abis kesel-kesel…
    bingung mikir mo numpang tanya ke siapa???
    toh malem gini orang dah pada tidur….

    akhirnya, dapet taktik yang asal-asalan bin ngawur..
    ‘n akhirnya nyamP juga di rumah ini…

    syukron jazeelan silaturahminya khuy…
    *wah kata orang..manusia malm nie..*

  2. Hey, i’ve been reading this blog site for a while and have a question, maybe you can help… it’s how do i add your feed to my rss reader as i want to follow you. Thanks. Best wishes, Guillermina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s