Hujan Bulan Juni


tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni, dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu.

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni, dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu.

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni, dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu.

(Sapardi Djoko Darmono)

Sapardi Djoko Darmono

Tak biasanya saya senang memposting puisi. But I did it 🙂. Postingan ini terinspirasi dari bulan Juni tahun 2010. Beberapa hari dalam beberapa pekan, sore di kota tempat tinggal saya turun hujan. Padahal sesungguhnya musim hujan belumlah tiba. Cuaca semakin menari sesuka hatinya, pertanda bumi mulai menarik perhatian penghuninya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s