Merah


Tangan saya berdarah. Warnanya merah. ah..tak mengapa karena lukanya besar tak seberapa.

Saya memiliki beberapa baju bernuansa merah. Jilbab merah. Bahkan kemarin ada teman saya yang diam-diam melihat saya di suatu seminar hingga saya pulang ke rumah. Katanya barusan “mio merah”. Hari ini pun saya mengenakan jilbab merah.

Kalau adik pintar saya mengatakan darah kita merah karena semangat kita.

Jadi, takada yang perlu ditakuti dengan merahnya darah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s