Selayaknya Syukurmu itu Pada Allah swt


Kesekian kalinya Allahu rabbi menampakkan pada diri saya, bahwa saya lebih beruntung dibandingkan dengan si yang lain.

2/3 hari yang lampau

Suatu sore di dalam bis kota menuju rumah. Saya mendengarkan radio fm. MasyaAllah pas banget tangan saya dial channel itu. Bahasannya tentang Al usri dan Yusra. Tentang Dua kemudahan di balik satu kesulitan. Sudah kehendakNya bahwa akan Dia pergilirkan kesulitan dan kemudahan berganti-gantian. Persis bersilih ganti. Seperti halnya kaki kanan dan kiri yang bergantian posisi di depan dan di belakang saat manusia (normal) berjalan di bumi. Gak akan bisa kita melangkah atau sampai di suatu tempat kalau hanya kaki kanan saja yang mau di depan terus. Kalaupun bisa, itu tentu menyulitkan kita.

Jadi, bersabarlah saat sang kesulitan menjumpai dirimu. Kuatkan kesabaran dan jangan lantas berputus asa dari Rahmatnya Allah yang Luaaas. Sabar untuk kemudian menghampiri sang kemudahan yang akan hadir di beranda kita dengan senyum bahagia penuh kesyukuran. Dan kabar gembiranya adalah, tidaklah satu kesulitan mengalahkan dua kemudahan :-).

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6).

6 Desember 2012

Siapa yang gak bete ya, udah janjian dari kemarin. Eh ianya gagal mengatur janjinya sendiri. Alhamdulillah otak saya masih waras, setelah tahu ada somethin wrong dengan orang yang berjanji dengan kita, saya putuskan pulang ke rumah lagi, cuci-cuci muka, cuci-cuci kaki, ambil air wudhu, supaya adem..hehe.

Tapi karena saya pun sadar waktu yang saya punyai tidaklah sebanyak diskon-diskon di mart, maka saya putuskan untuk tetap menemuinya walaupun saya melanggar waktu tidur saya hehe. And the story goes.. teman saya itu menceritakan ihwal kenapa dia sampai segitu molornya dari komitmen waktu yang telah kita buat. To put it simple, dia sedang mengalami masalah dalam pernikahannya. Wow. Padahal dia termasuk orang saya salut dan kagum karena berhasil mewujudkan cita-citanya untuk menikah di usia muda.

Saya, pas baca sms permohonan maafnya yang beruntun masuk ke inbox hape jadi speechless, astagfirulloh. Allah ArRahman, entah bagaimana menjelaskannya di sini, saya nampak sedang dinasehati langsung oleh Allah swt. Dalam hati, saya pun berdoa.

“Maka nikmatNya yang manakah yang kau dustakan” (Ar Rahman)

Untaian surat indah ini menutup hari saya dengan penuh takjub akan KeMaha Besaran Allah Azza wa jalla. Akan Kasih SayangNya, RahmanNya, CintaNya….. ……  dan apa-apa yang ada pada diri saya semuanya. Maka izinkanlah saya mengucap Syukur Alhamdulillaah kepada Rabb tempat saya menghadapkan wajah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s