Tanya Jawab Seputar Hisab Rukyat dan Upaya Penyatuan Kalender Islam


******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementerian Agama

Astronomi Memberi Solusi Penyatuan Ummat

Pengantar: Ada pertanyaan publik dan mahasiswa pascasarjana via FB atau e-mail yang mungkin juga menjadi pertanyaan banyak orang. Berikut ini jawaban saya:

 

T: Mengapa secara astronomis bulan baru dimulai ketika terjadi ijtima’?

J: Ijtimak/newmoon sering juga disebut bulan mati secara astronomis dianggap sebagai bulan baru karena saat itulah bermulanya siklus sinodis, yaitu siklus bulan mati, sabit, setengah lingkaran, purnama, setelah lingkaran, kembali sabit, kemudian kembali bulan mati (siklus yang disebut juga di QS 36:39).

 

T: Argumentasi apa para ahli fiqh dan falak menolak kesimpulan astronomis (bulan baru dimulai ketika terjadi ijtima’)?

J: Konsep ijtimak/newmoon baru muncul setelah berkembangnya hisab. Rukyat yang dipraktekkan Rasul dan ummat Islam generasi awal hanya mengenal awal bulan setelah terlihatnya hilal. Jadi ahli fikih dan pakar falak/astronomi tinggal melanjutkan konsep hilal itu, karena secara hisab pun bisa disesuaikan.

T:…

View original post 1,561 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s