Penjaga Harta, Penghalang Malapetaka


Kereta yang saya naiki hampir sampai stasiun Cikini. Saya melihat, melalui jendela commuter line, langit di atas Cikini Gold Center kuning terang. Cuaca hari ini cerah secerah matahari pagi di pukul setengah delapan.

Begitu sampai di depan pintu tap out tap in, saya masih sibuk mencari cari cari KMT (kartu multi trip) milik saya. 5 menit berlalu. Hasilnya nihil. Kartu saya sepertinya jatuh di kereta. Oh No.

“Pak, bisa kemari sebentar?”
Lalu petugas berseragam hitam hitam mendekati saya, “kartu KMT saya nampaknya jatuh di kereta yang tadi, gimana ini Pak?” saya menjelaskan kepada petugas. Kemudian dia pun memanggil seseorang dari dalam ruangan yang tak jauh dari mesin tap in tap out. Lalu keluarlah seorang petugas perempuan berseragam putih hitam. Setelah berdialog kurang lebih 10menitan, akhirnya saya dikenai suplisi sebesar 50ribu IDR. Reaksi saya waktu itu, “What a price!”. Saya juga sempat protes kepada petugas, bahwa sesungguhnya saya memiliki kartu dan melakukan tap in kemudian kartu itu terjatuh, ditambah saldo pada KMT saya masih 63ribu IDR (yang intinya saya ingin membuktikan bahwa saya bukan penumpang ilegal). Kartu yang hilang itu adalah kartu edisi spesial pendidikan bergambar Ki Hajar Dewantara berwarna kuning. And It was my 4th lost card… T_T. What a sad.

Setibanya di kantor saya curhat dengan teman yang bekerja di KRL Comline. Akhirnya dari dirinya lah saya mendapat nomor Contact Center KRL yang baru. Contact Center KRL agaknya berpihak dengan saya, menjelaskan bahwa tidak semestinya saya dikenai suplisi itu, saya cukup dikenai penalti yang harga sanksinya sekitar 11ribu IDR saja.

Lain halnya dengan curhatan saya ke teman yang sesama pengguna KRL. Dari curhatan saya yang random itu, kami saling bercerita pengalaman bahwa seringkali kita mengevaluasi diri kita ketika terjadi musibah-musibah yang menimpa diri kita, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Jangan-jangan kita belum atau kurang bersedekah dan zakat, apakah ini sebab dari kelalaian kita tidak sholat tahajud hari ini yang menjadi ibadah dawam kita, atau hal hal yang lainnya.

Pembaca yang budiman, selagi musibah, malapetaka, kemalangan belum menghampiri diri kita, alangkah baiknya jika kita sudah dapat mencegatnya datang dengan melakukan amalan sedekah dan infaq kepada sesama kita. Karena salah satu manfaat dari sedekah adalah sebagai penghalang malapetaka dan zakat sebagai penjaga harta.

Lalu jika diantara para pembaca ada yang ingin ikut berpartisipasi pada salah satu project amal yang sedang kami jalankan, silahkan meninggalkan komentar di bawah dan menuliskan alamat emailnya. Rencananya donasi akan kami salurkan ke panti asuhan yatim di wilayah Bekasi.

 

project.jpg

credit : dyo

 

Yuk mari rajin bersedekah untuk menghalau kemalangan dan musibah.
-Gadis Penumpang Kereta

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s